Kejar Tangkap, Jakarta - Polisi menangkap pria berinisial NJ yang diduga terlibat dalam penjambretan seorang warga negara India di Jalan Gondangdia III, Menteng, Jakarta Pusat. NJ ditangkap di sebuah kontrakan di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Minggu (6/9) sekitar pukul 01.30 WIB. Satu pelaku lainnya kini masih diburu.
Kasus ini bermula pada Jumat (4/9) sekitar pukul 07.00 WIB. Korban, seorang turis perempuan warga negara India, sedang berjalan kaki dari hotel menuju tempat ibadah di kawasan Menteng. Saat melintas di Jalan Gondangdia III, korban di datangi dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Dalam hitungan detik, telepon yang dibawanya dirampas sebelum akhirnya kedua pelaku berhasil melarikan diri.
"Di lokasi kejadian, telepon genggam korban direbut paksa oleh dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Setelah menguasai barang tersebut, keduanya langsung melarikan diri," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagulung.
Kasus tersebut kemudian viral setelah video korban menangis histeris dan meminta bantuan beredar di media sosial. Sejumlah warga menghampiri korban, menenangkannya, dan membantu mengantarkannya ke kantor polisi untuk membuat laporan.
Menerima laporan tersebut, tim gabungan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Menteng kemudian menelusuri petunjuk di lapangan serta rekaman CCTV hingga mengidentifikasi NJ sebagai salah satu terduga pelaku.
Dari penangkapan NJ, polisi menyita rekaman CCTV, helm, pakaian yang diduga digunakan saat beraksi, serta satu unit sepeda motor yang diduga menjadi sarana kejahatan.
Penyidik masih mendalami peran NJ, memburu satu pelaku lainnya, serta mencari ponsel milik korban dan pihak lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.
“Terduga pelaku sudah dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga masih mencari barang bukti utama dan pihak lain yang terkait dengan perkara ini,” ujar Reynold.
Kasus ini menambah daftar tindak kejahatan jalanan yang menyasar pengguna telepon di ruang publik. Polisi mengimbau masyarakat, termasuk wisatawan asing yang beraktivitas di Jakarta, untuk meningkatkan kewaspadaan saat membawa barang berharga, terutama saat berjalan kaki di tepi jalan atau berada di lokasi yang ramai.
- KEYSA